PENGERTIAN HARAPAN
Menurut Abraham Maslow harapan atau kebutuhan manusia dibagi menjadi 5, yaitu;
1. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
3. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and love)
4. Harapan diterima atau diakui dilingkungan (status)
5. Harapan memperoleh perwujudan cita-cita (self actualization)
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi semua kebutuhan manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmani maupun kemampuan berpikirnya.
HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
1. Kebutuhan individu bernilai positif.
2. Kebutuhan individu bernilai negatif.
b) Kebutuhan psikologi individu :
1. Kebutuhan psikologi individu bersifat positif.
KEPERCAYAAN
Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
http://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-186
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu
terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan
dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan
dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat
tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada
orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh: Ara seorang mahasiswi Universitas
Gunadarma fakultas Kedokteran, ia belajar dengan rajin dengan harapan
agar sewaktu ujian semester ia memperoleh nilai A.
Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat dua dorongan, yaitu
dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup.
Menurut Abraham Maslow harapan atau kebutuhan manusia dibagi menjadi 5, yaitu;
1. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
3. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and love)
4. Harapan diterima atau diakui dilingkungan (status)
5. Harapan memperoleh perwujudan cita-cita (self actualization)
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi semua kebutuhan manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmani maupun kemampuan berpikirnya.
HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya harapan adalah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri
manusia dimanapun berada. Mengutip pandangan dan teori A.F.C. Wallace
dalam bukunya culture and personality, menegaskan bahwa kebutuhan
merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan
sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, serta emosi seseorang.
Kebutuhan individu dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a)Kebutuhan Organik Individu :1. Kebutuhan individu bernilai positif.
2. Kebutuhan individu bernilai negatif.
b) Kebutuhan psikologi individu :
1. Kebutuhan psikologi individu bersifat positif.
KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini
akan sesuatu hal yang benar. Kepercayaan adalah suatu hal yang
berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Menurut pandangan bidang logika kebenaran memiliki pengertian yang
tidak jauh berbeda yaitu menyesuaikan kesamaan pemahaman antara
keputusan dengan objek yang diketahui benar-benar terbukti (kebenaran
logis). Kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran
etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada kesamaan pemahaman
antara keputusan dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua
kemungkinan, yaitu:
- Orang yang mengutarakan putusan keliru.
- Orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.
- Kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakekatnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
- Kepercayaan pada pemerintah, Menurut buku etika, Filsafat Tingkah karya Prof. I.R. poedjawiyatnya. Negara itu berasal dari Tuhan. Setidaknya kedaulatan tertinggi ada pada Tuhan. Namaun pada pandsangan demokratis mengatakan bahawa kedaulatan adalah milik rakyat. Dan penjelmaan rakyat adalah negar melelui pemerintahan khusus.
- Kepercayaan kepada Tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak
Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang.
Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup
dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti
orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang
bermacam-macam.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja
namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk
hidup berikutnya ditempat tersebut juga akan mendapatkan kebahagiaan.
Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan
akhirat dan selalu berharap bahwa “hari esok lebih baik dari pada hari
ini dan menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk meraih masa depan yang
lebih baik”, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya
menjadi kenyataan.
HARAPAN TERAKHIR
Menurut Aristoteles, kehidupan ini berasal dari generatio spontanea, artinya kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Aristoteles pada zamannya belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan jagad raya ini berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Manusia memiliki kebutuhan jasmani, diperoleh dengan mencukupi
kebutuhan hidup yang bersifat kebendaan, sedangkan kebutuhan rohaninya
dicukupi dengan hal-hal yang sifatnya rohani, khususnya keagamaan. Ada
manusia yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan
duniawi sehingga manusia tersebut hanyalah memuaskan diri pada semua
kenikmatan jasmaninya. Ada pula manusia yang pandangan hidupnya justru
sebaliknya. Agama Islam mengajarkan manusia tidak hanya mengejar
kebutuhan yang bersifat duniawi saja, tetapi juga bersifat ukhrowi
(kehidupan akhirat).
Semakin tinggi kesadaran kehidupan beragama seseorang, maka semakin
yakinlah mereka, bahwa semua manusia akhirnya akan meninggal dan kembali
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang serba gemerlap akan
ditinggalkan dan akan hidup di dalam akhirat yang abadi.
Bagi orang atheis dengan pandangan matrealistis, mereka tidak percaya
akan adanya Tuhan. Bagi mereka mati bukan karena rohnya kembali kepada
Tuhan, tetapi karena jantungnya berhenti berdenyut. Sebaliknya, bagi
yang percaya pada Tuhan, meyakini bahwa seseorang yang meniggal akan
kembali kepada asalnya, yaitu Tuhan.
Dengan pengetahuan dan pengertian agama tentang kehidupan abadi
setelah orang meninggal, manusia menjalankan ibadahnya. Ia menjalankan
perintah Tuhan melalui agama, dan menjauhi larangan-Nya. Manusia
menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk kecil yang tidak akan
berdaya terhadap kekuasaan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya
hanya sementara dikalahkan demi kehidupan abadi di akhirat karena tahu
bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga.
Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terkhir
manusia.
http://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-216
http://tafsirq.com/40al-mukmin/ayat-60
Tidak ada komentar:
Posting Komentar